SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Rabu, 07 Januari 2009, 05:43
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

Feature
Pasar Supplies Indonesia Naik

Triwulan kedua tahun 2008 menjadi ujian bagi pasar supplies Indonesia. Dengan tren inflasi yang meningkat signifikan, dinamika pasar pun terpengaruh. Apalagi produk yang dikonsumsi langsung oleh pengguna printer secara kontinu, baik oleh konsumen maupun komersial ternyata sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga barang kebutuhan dasar. 

IDC mencatat bahwa kenaikan harga minyak dunia yang sempat memicu naiknya harga BBM di dalam negeri secara langsung ikut membawa peningkatan pada biaya distribusi produk supplies.

Menurut Tony Hendrawan, analis pasar dari IDC, tren musiman kuartal kedua memang secara tradisional adalah periode yang yang lebih lemah karena adanya masa liburan sekolah, khususnya untuk pasar konsumer. "Tren ini makin dilemahkan oleh adanya kenaikan tingkat inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak global," tegasnya.

Sementara itu, pasar ink hanya mencatat kenaikan moderat sebesar 1% dari angka shipments  triwulan sebelumnya. Kenaikan cukup lumayan dialami oleh produk toner laser yang meningkat 14% dari shipments triwulan sebelumnya. Pertumbuhan minimal pasar supplies ink ini disebabkan oleh kenaikan produk original sebesar 3% dari triwulan pertama tahun 2008.

Sementara untuk produk non-original semuanya mengalami penurunan angka shipments. Kenaikan yang diraih produk original masih merupakan hasil dari kelanjutan program-program promosi untuk channel yang diusung oleh sebagian besar vendor original sejak triwulan pertama.

Kuatnya jaringan distribusi dan permodalan dari vendor-vendor original menjadi faktor yang membedakan produk ini dengan produk kompatibel di triwulan ini. Kompatibel mengalami penurunan kurang lebih 3% dari triwulan pertama.

Vendor-vendor kompatibel cukup terpengaruh oleh tingkat inflasi dan kenaikan harga BBM. Mereka lebih memilih untuk menekan marjin pemasukan sehingga tidak membebani pengguna dengan kenaikan harga sebagai efek inflasi karena berisiko kehilangan pembeli.

"Dengan  demikian, beberapa vendor besar kompatibel pun harus mengurangi angka shipments mereka," tambah Tony lagi.

Di lain pihak, kondisi sedikit berbeda terjadi pada pasar toner laser. Produk original mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 18% dan meninggalkan kompatibel yang juga mengalami peningkatan sebesar 7%.

Beberapa vendor nampaknya bersiap mengantisipasi proyek dan tender yang kemungkinan akan dibuka pada semester kedua tahun 2008 sekaligus berancang-ancang untuk meluncurkan promosi end-user menyambut masa kembali ke sekolah dan hari Raya keagamaan serta kecenderungan untuk menggelar promosi akhir tahun. Apalagi masa-masa tersebut dinilai cukup efektif untuk mendongkrak penjualan dan mengosongkan stok untuk persiapan shipment tahun berikutnya.

Widia Yurnalis

 
Other Feature
 
 
News
 
Article