SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Selasa, 06 Januari 2009, 17:44
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

Feature
Menilik Kehadiran Pusat Teknologi

Membangun fasilitas teknologi memang bukanlah tanggung jawab satu pihak. Banyak instansi yang harus terintegrasi untuk mengimplementasikan teknologi di berbagai lini. Selain itu, perkembangan teknologi pun memicu banyak instansi, baik swasta maupun pemerintah untuk ikut "bahu-membahu" menurunkan derajat kesenjangan digital.

Misalnya saja yang terjadi di Indonesia. Pemain di industri Teknologi Informasi (TI) seperti Sun Microsystems akhirnya mengumumkan kolaborasinya dengan Kementrian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK) Republik Indonesia dan meresmikan COSTA (Center for Open Source Technology Awakening). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengembangan teknologi open source di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, Sun Microsystems mendukung pemerintah Indonesia dalam mensosialisasikan teknologi open source dan software legal sehingga dapat memperkuat industri TI lokal sekaligus juga mempromosikan Indonesia sebagai negara pengadopsi open source.

COSTA ini memang merupakan inisiatif antara RISTEK dan Sun Microsystems. COSTA juga diharapkan menjadi pusat untuk belajar sekaligus menghasilkan berbagai inovasi berbasis teknologi open source.

Berkaitan dengan COSTA, Wibisono Gumulya, Presiden Direktur PT Sun Microsystems Indonesia menyatakan, Sun memang sangat berkomitmen terhadap open source. "Pusat open source ini diharapkan dapat membangun produk inovatif sehingga Indonesia bisa berkompetisi dengan negara lain," ujarnya.

Bila Wibisono memandang kehadiran sebuah pusat pengembangan teknologi untuk "mendongkrak" inovasi, maka Crawford Beveridge, Executive Vice President dan Chairman of EMEA, APAC and The Americas, Sun Microsystems menyatakan, Indonesia sebagai negara pengadopsi teknologi open source memiliki peluang besar dalam mengembangkan ekonomi bangsa. Pengembangan ekonomi dengan pendayagunaan teknologi ini diharapkan dapat memacu tumbuhnya perusahaan lokal, tanpa perlu khawatir dengan tantangan yang datang dari makroekonomi.

Lantas, dukungan apa yang dihadirkan Sun Microsystems berkaitan dengan COSTA ini? Lewat COSTA, Sun berjanji memberikan pelatihan, menyediakan kurikulum teknologi open source termasuk berbagai software yang akan dipergunakan, membentuk sistem online bagi komunitas, menyediakan konsultasi gratis bagi organisasi yang ingin mengadopsi teknologi open source, serta membantu para pelaku industri semikonduktor dengan memungkinkan mereka untuk mengadopsi teknologi mikroprosesor OpenSparc.

Tentunya hal ini diharapkan menjadi momentum bagi banyak pihak untuk melihat teknologi ke depannya dan menelusuri bagaimana pemanfaatannya untuk kepentingan massal. Dengan demikian, transfer teknologi sangat dibutuhkan dan untuk itulah infrastruktur TI sangat signifikan untuk pertumbuhan ekonomi.

Bila dilihat lebih lanjut, Sun memang bukan satu-satunya pemain di industri TI yang giat memasyarakatkan teknologi ke berbagai pihak. Banyak penyedia solusi TI (vendor) lainnya yang juga melakukan hal yang sama. Misalnya saja di India.

Di India, NVIDIA dan The Indian Institute of Information Technology (IIT) Hyderabad membuka sebuah laboratorium visual computing. Selain menyediakan berbagai peralatan untuk melakukan riset, fasilitas ini juga menjadi aset bagi mahasiswa dan institut tersebut untuk memperkaya kemampuannya dalam bidang teknologi, seperti Compute Unified Device Architecture (CUDA).

Laboratorium itu nantinya akan difokuskan untuk memasyarakatkan programming dan memperluas kekuatan komputasi sehingga teknologi menjadi suatu hal yang menarik.

Dengan demikian, adopsi teknologi memang butuh kerja sama banyak pihak. Sudah saatnya terjadi transfer teknologi dan tumbuh gebrakan baru dengan infrastruktur ICT yang memadai.

Widia Yurnalis

 
Other Feature
 
 
News
 
Article