SingaporeSDA AsiaIndiaSDA India

  • Rabu, 07 Januari 2009, 02:23
Newsletter


SDA Asia Magazine Digital
          Vol.24/25
      

Write for Us!

News
Menilik Adopsi ERM Open Source dan CRM

Tidak ada vendor lock-in. Menurut survei IDC, akses kepada kode sumber dan dukungan jaringan open source telah memicu adopsi aplikasi Enterprise Resource Management (ERM) dan software Customer Relationship Management (CRM) tersebut di Asia Pasifik.

Survei IDC terbaru juga menilai, kehadiran vendor open source yang beragam, ERM, dan CRM telah memicu adopsi dari aplikasi-aplikasi ini di wilayah Asia Pasifik tidak termasuk Jepang.

"Aplikasi CRM dan ERM open source masih dalam fase embrionik di APEJ dengan organisasi kecil dan menengah menjadi pengadopsi awal," kata Ridhi Sawhney, analis pasar dari IDC  Asia Pasifik Enterprise Applications Research. 

Sementara itu, Australia, Singapura, dan Thailand telah memimpin adopsi ERM dan CRM open source dibandingkan dengan negara lain di wilayah Asia Pasifik. Kedewasaan infrastruktur open source memimpin adopsi dengan Linux pada tingkat sistem operasi, diikuti oleh database open source yang kemudian berkembang menuju aplikasi open source.

Di lain pihak, perusahaan-perusahaan sekarang ini memiliki kesadaran yang besar mengenai keuntungan open source. Hal ini tidak hanya didasari pada penghematan yang bisa dilakukan.

Selain itu, tren yang signifikan pada wilayah ini adalah mayoritas vendor open source tidak berbasis di Asia Pasifik. Mereka beroperasi tidak langsung melalui rekanan yang berpengalaman dengan lingkungan bisnis lokal dan membangun relasi penjualan. Misalnya saja, vendor open source seperti SugarCRM, Compiere, dan EpesiBIM telah membangun pusat pengembangan di China, India, dan Indonesia.

Hasil survei terbaru dari IDC menunjukkan, Singapura, China, dan Australia memiliki persentase responden tertinggi yang berencana menyebarkan ERM atau software CRM open source dalam waktu dekat. Sementara itu, responden di Australia dan Thailand memiliki jumlah terbesar dari solusi CRM open source.

Produksi dan layanan distribusi muncul sebagai dua hal yang memiliki jumlah terbesar dalam penyebaran ERM dan CRM open source. Industri manufaktur, dengan kesempatan keuntungan yang rendah dan kompleksitas lebih tinggi dalam proses bisnis juga cenderung untuk menyebarkan solusi open source.

Widia Yurnalis

 
Other News
 
 
Article
 
Feature